Sunday, February 13, 2005

Ada Apa Dengan Pony

Satu kisah dari negeri Astina Pura yang indah dan damai. Alkisah pada suatu hari terbetik pembicaraan di dalam keraton keputren, antara Indro Sang Senapati dengan Sindy Permaisuri sang Prabu dan Keki Selir sang Prabu. "....", "....", "....." sontak timbul jeda dalam tempo allegro dengan ketukan 2/4.

Namun tak lama setelah 10 detik kemudian, terdengar suara berdehem dengan nada bariton (jelas suara Indro bukan Sindy atau Keki), "eh itu, si Shyantal bole juga".
"Wah, emang Shyantal cakep ?" sambung Sindy.
"mmmhhmm...itu loh, dagunya madu!" sahut Indro.

Mendadak suasana menjadi senyap bak ada setan yang sedang (hajat) lewat. (Siapa yang tahan bau-nya)
Secepat kilat tapi kalah gesit dari bensin, Sindy menukas, "Madu ? Lebah bergantung kaleee !" mendadak suara tawa bertalu-talu (suara tawa bukan gendang). Tak lama kemudian Keki mulai menyambung, " Garing loh, Ndrow !!! Crunchy skaleeee?"

Garing ? Mungkinkah Keki merasa bahwa dagu madu itu benar-benar garing ? Benar-benar kering sehingga akan berbunyi kriuk bak kerupuk kalao coba-coba digigit. Atau Keki merasa kalah lucu sehingga harus menyiapkan garing sebagai amunisi utama, dengan harapan dia akan punya hal yang lebih lucu (emang anak monyet?) Atau bisa jadi garing karena pernyataan yang tidak kontekstual. Mungkin sama dengan pertandingan antara Miami Heat Versus Miami Dolphin.

Okeh, kita kembali ke suasana penuh tawa di keraton keputren. "Bwahahahahahahahha......". "Wah, mana ada dagu madu, adanya sih dagu bak lebah bergantung, bodoh sekali kamu, Ndrowww !" sambung Keki yang sempat mengambil studi garingus mertasus di suatu waktu.. Tapi tawa-tawa itu pun tak lama kemudian terhenti dalam tempo 5 menit. Dan kembali suasana senyap mewarnai suasana keraton, mungkin ada teman setan yang lewat tadi sedang menyusul temannya.

Mendadak Sindy keluar dengan ide cemerlang bak wings B29 yang suka diiklankan di tipi swasta oleh Nunung bintang Srimulat yang mirip sekali dengan Keki (Sumpah ini bener-bener mirip, walaupun ini tidak ada hubungannya dengan cerita namun menjadi point penting dalam cerita), " Eh lucu juga yah, kalo gw pake poni lagi?"

Indro dan Keki berpandangan lalu buru-buru mengeluarkan komentar bak artis dalam pers conference, "Pony ? Pony apaan ?"

Aapakah ada hubungan dengan Pony Tail? Jenis pony yang dikenal ada hubungannya dengan hewan berjenis kuda. Rambut dengan jenis pony seperti ini dikenal karena rambut pasien yang cukup panjang (biasanya lebih panjang dari bahu tapi tidak lebih panjang dari tangan, karena jika panjang tangan...ini salah satu topik garingus mertasus lagi), dapat dikuncir baik jenis kunciran polos ataupun dipilin dan dikepang (walaupun sampai sekarang penulis tidak pernah melihat ekor kuda yang dikepang, so what is with the pony tail ?)

Atau masih berhubungan dengan kuda, pony express. Film jaman kuda yang sempat menjadi film dengan rating tertinggi di salah satu tipi swasta. Film yang melambungkan Stephen Baldwin yang berperan sebagai Cody dan mengukuhkan dirinya sebagai salah satu generasi kuat dari Dynasti Baldwin, setelah Alec dan William. Tapi jenis pony ini jelas tidak relevan.

"Emang kenapa, Sin?" tanya keki yang masih menyimpan hati yang penasaran (untung bukan arwah).
"Ada Apa Dengan Pony, AADP?".
"Lucu ajah gitu loh!" sahut Sindy sembari menyambar cermin.
"Lucu?" tanya Indro dengan tampang yang masih terpelongo
"Iyah kayak kucing, jadi khan lucu tuh! Udah lama nih gak pake pony..ada mungkin 20 tahun !" Sahut Sindy

Loh kok lucu ? emang kucing dan kuda punya hubungan kekerabatan seperti halnya Mark Wahlberg dengan Donny Wahlberg. Selain sama-sama mamalia, namun apakah mereka punya hubungan darah ? Wah darah lagi.......

ARRRRRGGHHHHH.....

0 Comments:

Post a Comment

<< Home